fbpx

Sudah dua tahun lebih Pak Jaka belum sempat pulang untuk menjenguk ibunya. Melihat peristiwa tadi, ia sadar betapa beruntungnya bahwa ibunya masih diberi kesehatan sehingga masih mampu menginjakkan kakinya di dunia ini. Padahal, perempuan tadi tampak masih sangat muda dan kemungkinan besar ibunya pun meninggal di usia yang jauh lebih belia dibandingkan dengan orang tua Pak Jaka. Terkadang apa yang kita miliki baru terasa ketika cerminan pahitnya berdiri di depan kita Bagaimana kaidah kebahasaan teks cerita inspiratif di atas?

Sudah dua tahun lebih Pak Jaka belum sempat pulang untuk menjenguk ibunya. Melihat peristiwa tadi, ia sadar betapa beruntungnya bahwa ibunya masih diberi kesehatan sehingga masih mampu menginjakkan kakinya di dunia ini. Padahal, perempuan tadi tampak masih sangat muda dan kemungkinan besar ibunya pun meninggal di usia yang jauh lebih belia dibandingkan dengan orang tua Pak Jaka. Terkadang apa yang kita miliki baru terasa ketika cerminan pahitnya berdiri di depan kita Bagaimana kaidah kebahasaan teks cerita inspiratif di atas?

Kaidah kebahasaan teks cerita inspiratif di atas, yaitu terdapat penggunaan kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan, penggunaan konjungsi, penggunaan kata kerja mental, penggunaan kata keterangan yang menunjukkan waktu, penggunaan kalimat yang bermakna lampau.

Perhatikan penjelasan berikut, ya.

Cerita inspiratif adalah cerita yang digunakan sebagai media untuk mendapatkan ilham, ide, atau gagasan yang dapat menambah semangat dalam mencapai tujuan yang diharapkan.

Kaidah kebahasaan dalam teks cerita inspiratif adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan kata keterangan yang menunjukkan tempat, waktu, tujuan, dan cara.
2. Menggunakan kata penghubung atau konjungsi.
3. Menggunakan kalimat majemuk.
4. Menggunakan kalimat yang bermakna lampau.
5. Banyak memakai kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan.
6. Menggunakan kata kerja yang menunjukkan kalimat tidak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh yang dibawakan oleh penulis.
7. Banyak memakai kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (kata kerja mental).

Berdasarkan penjelasan di atas, berikut analisis kebahasaan cerita inspiratif tersebut.
1. Penggunaan kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan, yaitu menjenguk dan melihat.
2. Penggunaan konjungsi, yaitu ‘padahal’ yang menyatakan situasi.
3. Penggunaan kata kerja mental, yaitu terasa, sadar.
4. Penggunaan kata keterangan yang menunjukkan waktu, yaitu sudah dua tahun lebih.
5. Penggunaan kalimat yang bermakna lampau yang ditunjukkan dengan adanya frasa “Melihat peristiwa tadi,”

Dengan demikian, kaidah kebahasaan teks cerita inspiratif di atas, yaitu terdapat penggunaan kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan, penggunaan konjungsi, penggunaan kata kerja mental, penggunaan kata keterangan yang menunjukkan waktu, penggunaan kalimat yang bermakna lampau.

Semoga membantu 🙂