fbpx
SAHAM VS CRYPTO

SAHAM VS CRYPTO

Hai, kabar baik disini! Semoga di sana juga ya! Hari ini aku mau ngebahas investasi mana yg lebih menguntungkan? Saham atau cryptocurrency yang lagi din banget nih! Bahkan dalam waktu singkat, orang yg di crypto udah lebih banyak daripada investor saham di Indonesia!

Nah sebelum kita bahas lebih lanjut Kita kupas saham dan crypto satu persatu dulu deh. Kalo saham secara umum, itu adalah bukti kita memiliki perusahaan Misal, kita beli 1 mas atau 100 lembar saham Bank BCA. Itu artinya kita memiliki 0,000000004% dari 24,6 M saham BCA yg beredar. Kalo misalnya teman-teman beli saham BCA lewat aplikasi Ajaib, kalian bisa lihat total jumlah saham yang beredar itu kayak gini caranya. Sebagai pemilik perusahaan, kita berhak untuk mendapat bagi hasil kalo mereka dapat untung yang namanya Dividen.

Dan juga capital gain kalo harga saham& nilai perusahaannya naik.

Nah kalo crypto, ibaratnya kita itu beli mata uang secara digital. Ga ada bukti fisik dan ga ada underlying resource yg bisa kita claim kalo sewaktu-waktu koinnya bangkrut atau hilang. Kemudian, sebelum kita vest atau taruh uang kita ke sebuah aset, penting banget untuk kita ngerti bisnis modelnya, gimana cara kita untung. Dan kebetulan, saham dan crypto sama-sama untung dari capital gain atau kenaikan harga.

Nah sekarang, gimana sih cara kita tau dia bakal naik atau turun? Dan hal apa aja yang menyebabkan harga saham& crypto naik atau turun? Jujur, kalo menurut aku, saham itu lebih kompleks daripada crypto, tapi lebih mudah diprediksi. Mungkin karena aku lebih ngerti kali ya( dibanding crypto ). Yang paling mempengaruhi harga saham pastilah supply& demand.

Lagi Viral :  Apa itu Reksadana? (Untuk Pemula, Gak Pake Jualan)

SAHAM VS CRYPTO

Nah penting bagi kita untuk ngerti cerita dibalik supply dan demand ini. Salah satunya itu sentimen atau berita seperti corporate action. Entah itu merger, akuisisi, right publish, pembagian dividen, pergantian administration, dll. Kalo aku sering baca berita dari aplikasi Ternak Uang, CNBC, Wall Street Journal, Bloomberg, dan juga aplikasinya Ajaib. Cuman biasanya kalo kita baca suatu berita, oke udah tau beritanya, tapi kita gatau berita ini ngaruhnya gimana( negatif atau positif ), dan ke saham atau sektor apa.

Nah kalo di Ajaib, kita bisa baca berita di bagian Newsnya, dan di setiap News, udah ada kode saham yang ter-impact. Berita ini pengaruh ke saham apa, jadi lumayan membantu untuk pemula. Nah selain sentimen, fundamental juga penting! Karena pada akhirnya, semua bakal balik ke earnings, net profits, dan berapa banyak uang yang bisa dihasilkan oleh perusahaan. Aku pernah jelasin beberapa indikator fundamental yg kupakai di video ini.

Aku tuh singkatnya jadi S, P, G, V. Sehat, Profit, Growth, dan Value. Nah kalo kalian lihat di aplikasinya Ajaib, kita bisa lihat indikator sehat dari seberapa banyak utangnya( Rasio DER) atau Debt Equity Ratio yang sebaiknya kurang dari 100%. Trus pastiin juga saham dan perusahaan ini P( Profitable ). Atau setidaknya akan menghasilkan revenue kedepannya.

Lagi Viral :  Pinter Investasi Saham di Ajaib

Sekarang negatif gapapa, tapi ke depan atau segera bakalan rewarding. Kita bisa lihat di EPS, kalo bisa warnanya hijau atau ga ada minusnya. Next, ada juga G( Growth )! Cek apakah growing beberapa tahun belakangan di atas GDP& industrinya. Trus yang terakhir, setelah kita memastikan ini adalah perusahaan yg baik, dari kesehatannya, profitability-nya, dan juga dari expansion ke depannya, kita lihat apakah harganya saat ini masih murah atau sudah kelewat mahal.

Kita bisa lihat dari PER atau PBV-nya di sini.

Nah, itu tadi saham! Sedangkan crypto, naik turun harganya kebanyakan dari ply& requirement. Semakin banyak diakui atau dipakai, makin tinggilah harga crypto ini. Misalnya pas Tesla, MicroStrategy, dan Square alihkan cash atau obligasi mereka ke bitcoin, harga bitcoin langsung naik tinggi banget!

Bahkan diperkirakan Tesla udah untung triliunan dari bitcoin sejak dia pertama kali beli di awal tahun kayaknya ya. Selain itu, PayPal juga sudah meluncurkan fitur jual beli crypto dan memperbolehkan pembayaran dengan crypto di sistem pembayarannya. Inilah hal-hal yang bikin harga crypto berpotensi naik tinggi ke depannya. Trus pertanyaan selanjutnya adalah gimana cara alokasi saham& crypto di dalam portofolio investasi kita? Karena cypto itu termasuk baru dalam dunia perinvestasian, pasti masih banyak yang ragu antara ini aman atau ngga.

Lagi Viral :  5 Broker Terbaik Untuk Trader Indonesia

Saham yg udah lama banget* sebelum tahun 2000* masih dipertanyakan Kalo aku ya, jujur, aku ga berani taruh sebanyak itu di aset crypto karena aku ga ngerti crypto se-aku ngerti saham. Kalo kalian paling ngerti crypto, then sallowing banyaklah di crypto. Kalo kalian sallowing ngerti di saham, then banyakinlah di saham. Dan setiap orang bisa beda-beda! Jadi balik lagi, alokasi investasi itu cocok-cocokkan.

Setiap orang bisa beda sesuai dengan seberapa mereka ngerti dan tujuan keuangan mereka. Nah semoga udah makin jelas ya bedanya saham dan crypto.

Ga ada yang lebih baik, adanya yang lebih cocok aja. Baik crypto maupun saham adalah tipe investasi yang resikonya tinggi. Jadi penting untuk kalian kenal dengan diri kalian sendiri.

Kalo kalian orangnya konservatif, yang turun 1% atau 5% udah ga bisa tidur, berarti kalian kurang cocok untuk investasi di saham, apalagi di crypto. Tapi sekali lagi ingat ya, “High Risk, High Return”. Aku pribadi taruh sekitar 30% dari aset aku di saham dan 5% di crypto. Nah kalo kamu sendiri gimana? Terima kasih udah nonton video ini dan sampai jumpa di video lain!

Bye ~.