fbpx

Produksi bidang perikanan di Indonesia belum optimal. Ada beberapa hal yang menyebabkan belum optimalnya produksi di bidang perikanan. Produktivitas nelayan rendah, jika sebagian besar nelayan merupakan nelayan tradisional yang menggunakan teknologi penangkapan tradisional, sehingga hasil yang diperoleh rendah. Pemanfaatan stok ikan antarkawasan belum seimbang karena kawasan Selat Malaka, Pantai Utara Jawa, Selat Bali, dan Selatan Sulawesi mengalami over fishing, sedangkan manfaat stok ikan di kawasan Indonesia bagian timur belum optimal. Ekosistem laut- seperti hutan mangrove, terumbu karang dan padang lamun sebagai habitat ikan dan organisme laut dimana ikan bisa berpijah , mencari makan dan membesarkan diri mengalami kerusakan parah. Akibatnya, produksi bidang perikanan semakin berkurang. Berdasarkan paragraf pertama, “Produktivitas nelayan rendah jika sebagian besar nelayan menggunakan teknologi penangkapan tradisional.” Saat ini, sebagian besar nelayan tidak menggunakan teknologi penangkapan tradisional, maka dapat disimpulkan…..

Produksi bidang perikanan di Indonesia belum optimal. Ada beberapa hal yang menyebabkan belum optimalnya produksi di bidang perikanan. Produktivitas nelayan rendah, jika sebagian besar nelayan merupakan nelayan tradisional yang menggunakan teknologi penangkapan tradisional, sehingga hasil yang diperoleh rendah. Pemanfaatan stok ikan antarkawasan belum seimbang karena kawasan Selat Malaka, Pantai Utara Jawa, Selat Bali, dan Selatan Sulawesi mengalami over fishing, sedangkan manfaat stok ikan di kawasan Indonesia bagian timur belum optimal. Ekosistem laut- seperti hutan mangrove, terumbu karang dan padang lamun sebagai habitat ikan dan organisme laut dimana ikan bisa berpijah , mencari makan dan membesarkan diri mengalami kerusakan parah. Akibatnya, produksi bidang perikanan semakin berkurang.

Berdasarkan paragraf pertama, “Produktivitas nelayan rendah jika sebagian besar nelayan menggunakan teknologi penangkapan tradisional.” Saat ini, sebagian besar nelayan tidak menggunakan teknologi penangkapan tradisional, maka dapat disimpulkan…..
(A) Tidak ada nelayan yang tidak menggunakan teknologi penangkapan tradisional.
(B) Hanya sedikit nelayan yang menggunakan teknologi penangkapan tradisional.
(C) Produktivitas nelayan tidak rendah.
(D) Tidak dapat ditarik kesimpulan.
(E) Sebagian besar nelayan menggunakan teknologi penangkapan tradisional.

Jawaban soal di atas adalah (C) Produktivitas nelayan tidak rendah.

Untuk memahami alasannya, simak pembahasan berikut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), simpulan adalah keputusan yang diambil dari cara berpikir baik secara deduktif maupun induktif dari suatu gagasan atau pembahasan. Selain itu simpulan juga dapat diartikan sebagai pendapat terakhir yang bersifat komprehensif dari sebuah teks/pembicaraan yang dapat memberikan informasi kepada pembaca/pendengar secara singkat.

Dalam bahasa Indonesia ada beberapa cara penarikan kesimpulan, di antaranya:
1. Metode deduksi. Cara penarikan kesimpulan dengan metode adalah membuat kesimpulan dengan memaparkan masalah dari hal yang umum ke khusus dan menghubungkan data atau fakta dengan dengan inti permasalahan yang akan dicari untuk memperoleh sebuah gambaran.
2. Metode analogi. Cara penarikan kesimpulan ini dengan metode membandingkan dua hal yang berbeda namun memiliki kesamaan segi, fungsi , maupun ciri. Metode ini banyak dipakai dalam pengambilan kesimpulan yang bersifat ilmiah seperti dalam penulisan sebuah skripsi atau pada penelitian tertentu agar lebih sederhana dan mudah dipahami.
3. Metode korelasi. Cara penarikan kesimpulan dengan metode ini menghubungkan suatu konsep dengan konsep lainnya agar menjadi lebih padu. Metode ini digunakan dengan maksud untuk menegaskan kembali gagasan di bagian awal yang telah dipaparkan sebelumnya.

Lagi Viral :  Miliarder pendiri Xiaomi, Lei Jun baru saja mendonasikan 2,2 miliar dolar AS saham yang setara dengan Rp 31,8 triliun untuk kepentingan amal. Donasi ini terbilang cukup besar untuk seorang miliarder teknologi asal China. Dlansir dari Bloomberg di Jakarta, Senin (19/7) berdasarkan catatan Bursa Efek Hong Kong, Lei Jun mendonasikan 616 juta saham kelas B untuk Xiaomi Foundation dan Lei Jun Foundation senilai 17,4 miliar dolar Hong Kong. Miliarder berharta 23,3 miliar dolar AS (Rp 338 triliun) itu, mengikuti jejak bos ByteDace, Zhang Yiming dan bos Meituan, Wang Xing. Sebagaimana diketahui, pengawasan terhadap perusahaan teknologi tengah ketat di China. Pemerintah telah memusatkan perhatian kepada perusahaan teknologi mulai dari situs belanja daring hingga pemesanan kendaraan dan pembayaran daring. Lei Jun mengaku, perusahaan tidak mendapatkan tekanan dari pemerintah, tak seperti bos Alibaba Jack Ma. Selain itu, bos Meituan, Wang, juga sedang diperiksa pemerintah China terkait antimonopoli. Layanan ride hailing, Didi Global, juga sedang diperiksa lantaran keamanan siber. Pernyataan yang tidak sesuai dengan bacaan di atas adalah

Salah satu penarikan kesimpulan dengan metode deduksi adalah metode silogisme. Silogisme ditandai dengan adanya dua pernyataan majemuk implikasi. Perhatikan analisis di bawah ini:
Premis 1 : Produktivitas nelayan rendah jika sebagian besar nelayan menggunakan teknologi penangkapan tradisional.
Premis 2: Saat ini, sebagian besar nelayan tidak menggunakan teknologi penangkapan tradisional
Dari dua premis ini terdapat kata kunci:
1: Produktivitas nelayan rendah jika menggunakan teknologi penangkapan tradisional
2: Sebagian besar tidak menggunakan teknologi penangkapan tradisional
Dari dua pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa Produktivitas nelayan tidak rendah.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.

Semoga membantu.😊