fbpx

Ilustrasi tahap penempelan atau aneling pada pcr

ilustrasi tahap penempelan atau aneling pada pcr

Jawaban yang tepat untuk soal tersebut adalah tahapan dimana primer akan menuju daerah yang spesifik yang komplemen dengan urutan primer sehingga ikatan hidrogen akan terbentuk antara primer dengan urutan komplemen pada template.

Simaklah penjelasan selengkapnya di bawah ini :

Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah salah satu jenis eksperimen yang sudah sangat umum dilakukan dalam ranah biologi molekuler. Berdasar pada kemampuan DNA polymerase untuk mensintesis untai DNA baru dari template yang tersedia, PCR banyak digunakan dalam analisis molekuler terutama untuk memperbanyak region (amplikon) yang diinginkan hingga mendeteksi adanya gen tertentu pada suatu sampel.

Ada 3 tahapan proses PCR yang harus dilalui oleh sebuah sampel DNA antara lain sebagai berikut.
1. Denaturasi
Denaturasi adalah proses PCR yang melakukan pemisahan (denaturasi) rantai DNA template. Selama proses denaturasi, DNA untai ganda akan membuka menjadi dua untai tunggal. Hal ini disebabkan karena suhu denaturasi yang tinggi menyebabkan putusnya ikatan hidrogen di antara basa-basa yang komplemen. Pada tahap ini, seluruh reaksi enzim tidak berjalan, misalnya reaksi polimerisasi pada siklus yang sebelumnya. Denaturasi biasanya dilakukan antara suhu 90 ˚C – 95 ˚C.

2. Penempelan primer
Pada tahap penempelan primer (annealing), merupakan tahapan dimana primer akan menuju daerah yang spesifik yang komplemen dengan urutan primer. Pada proses annealing ini, ikatan hidrogen akan terbentuk antara primer dengan urutan komplemen pada template. Proses ini biasanya dilakukan pada suhu 50 ˚C – 60 ˚C. Selanjutnya, DNA polymerase akan berikatan sehingga ikatan hidrogen tersebut akan menjadi sangat kuat dan tidak akan putus kembali apabila dilakukan reaksi polimerisasi selanjutnya, misalnya pada 72 ˚C.

3. Reaksi polimerisasi (extension)
Pada tahap PCR bernama extension ini terjadi proses pemanjangan untai baru DNA dari sampel, dimulai dari posisi primer yang telah menempel di urutan basa nukleotida DNA target akan bergerak dari ujung 5’ menuju ujung 3’ dari untai tunggal DNA. Proses pemanjangan atau pembacaan informasi DNA yang diinginkan sesuai dengan panjang urutan basa nukleotida yang ditargetkan. Pada setiap satu kilobase (1000bp) yang akan diamplifikasi memerlukan waktu 1 menit. Sedang bila kurang dari 500bp hanya 30 detik dan pada kisaran 500 tapi kurang dari 1kb perlu waktu 45 detik, namun apabila lebih dari 1kb akan memerlukan waktu 2 menit di setiap siklusnya. Adapun temperatur ekstensi berkisar antara 70-72°C.

Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tahap penempelan pada PCR adalah tahapan dimana primer akan menuju daerah yang spesifik yang komplemen dengan urutan primer sehingga ikatan hidrogen akan terbentuk antara primer dengan urutan komplemen pada template.