fbpx

Produksi bidang perikanan di Indonesia belum optimal. Ada beberapa hal yang menyebabkan belum optimalnya produksi di bidang perikanan. Produktivitas nelayan rendah, jika sebagian besar nelayan merupakan nelayan tradisional yang menggunakan teknologi penangkapan tradisional, sehingga hasil yang diperoleh rendah. Pemanfaatan stok ikan antarkawasan belum seimbang karena kawasan Selat Malaka, Pantai Utara Jawa, Selat Bali, dan Selatan Sulawesi mengalami over fishing, sedangkan manfaat stok ikan di kawasan Indonesia bagian timur belum optimal. Ekosistem laut- seperti hutan mangrove, terumbu karang dan padang lamun sebagai habitat ikan dan organisme laut dimana ikan bisa berpijah , mencari makan dan membesarkan diri mengalami kerusakan parah. Akibatnya, produksi bidang perikanan semakin berkurang. Di samping itu, produktivitas usaha perikanan budi daya juga belum optimal. Pengetahuan petani dan nelayan akan teknologi budidaya masih rendah, misalnya dalam pemilihan induk ikan, pemijahan, penetasan, pembuahan, pemeliharaan larva, pendederan, dan pembesaran. Tenaga penyuluh perikanan masih kurang sehingga inovasi teknologi sulit ditingkatkan. Berkaitan dengan penggunaan lahan, antara usaha budidaya perikanan dengan kegiatan pembangunan lainnya seperti permukiman, industri, dan pertambangan sering merugikan usaha budidaya perikanan. Kualitas air memburuk, khususnya di kawasan padat penduduk dan di kawasan yang tingkat intensitas pembangunannya tinggi. Kegiatan industri, pertanian, dan rumah tangga sering membuang limbah alam tanpa memperhatikan ambang batas baku mutu air buangan limbah sehingga memperburuk kualitas air untuk budi daya ikan Kesimpulan yang paling tepat dari teks di atas adalah….

Produksi bidang perikanan di Indonesia belum optimal. Ada beberapa hal yang menyebabkan belum optimalnya produksi di bidang perikanan. Produktivitas nelayan rendah, jika sebagian besar nelayan merupakan nelayan tradisional yang menggunakan teknologi penangkapan tradisional, sehingga hasil yang diperoleh rendah. Pemanfaatan stok ikan antarkawasan belum seimbang karena kawasan Selat Malaka, Pantai Utara Jawa, Selat Bali, dan Selatan Sulawesi mengalami over fishing, sedangkan manfaat stok ikan di kawasan Indonesia bagian timur belum optimal. Ekosistem laut- seperti hutan mangrove, terumbu karang dan padang lamun sebagai habitat ikan dan organisme laut dimana ikan bisa berpijah , mencari makan dan membesarkan diri mengalami kerusakan parah. Akibatnya, produksi bidang perikanan semakin berkurang.

Daftar isi : hide

Di samping itu, produktivitas usaha perikanan budi daya juga belum optimal. Pengetahuan petani dan nelayan akan teknologi budidaya masih rendah, misalnya dalam pemilihan induk ikan, pemijahan, penetasan, pembuahan, pemeliharaan larva, pendederan, dan pembesaran. Tenaga penyuluh perikanan masih kurang sehingga inovasi teknologi sulit ditingkatkan. Berkaitan dengan penggunaan lahan, antara usaha budidaya perikanan dengan kegiatan pembangunan lainnya seperti permukiman, industri, dan pertambangan sering merugikan usaha budidaya perikanan. Kualitas air memburuk, khususnya di kawasan padat penduduk dan di kawasan yang tingkat intensitas pembangunannya tinggi. Kegiatan industri, pertanian, dan rumah tangga sering membuang limbah alam tanpa memperhatikan ambang batas baku mutu air buangan limbah sehingga memperburuk kualitas air untuk budi daya ikan

Kesimpulan yang paling tepat dari teks di atas adalah….
(A) Budi daya dan hasil tangkapan ikan belum maksimal karena kurangnya teknologi dan rendahnya mutu sumber daya manusia.
(B) Usaha dalam bidang perikanan masih sangat potensial karena belum dikelola secara maksimal oleh para nelayan.
(C) Penyuluh perlu ditambah karena perannya dalam bidang perikanan sangat penting untuk memaksimalkan produksi.
(D) Campur tangan pemerintah dalam bidang perikanan sangat diperlukan demi meningkatkan produksi di bidang perikanan.
(E) Industri dan masyarakat sering membuang limbah tanpa memperhatikan ambang batas baku mutu air buangan.

Jawaban soal di atas adalah (A) Budi daya dan hasil tangkapan ikan belum maksimal karena kurangnya teknologi dan rendahnya mutu sumber daya manusia.

Untuk memahami alasannya, simak pembahasan berikut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), simpulan adalah keputusan yang diambil dari cara berpikir baik secara deduktif maupun induktif dari suatu gagasan atau pembahasan. Selain itu simpulan juga dapat diartikan sebagai pendapat terakhir yang bersifat komprehensif dari sebuah teks/pembicaraan yang dapat memberikan informasi kepada pembaca/pendengar secara singkat.

Simpulan memiliki ciri-ciri yang membedakannya dari ringkasan atau rangkuman. Ciri-ciri tersebut sebagai berikut:
1. Simpulan harus sederhana, singkat, dan jelas. Kesimpulan secara keseluruhan merangkum gagasan-gagasan yang dipaparkan di bagian isi.
2. Pesan di dalam teks semua tersampai walau dengan cara yang lebih singkat.
3. Berisi intisari teks yang mencakup keseluruhan isi.
4. Dibuat berdasarkan kata kunci yang terdapat pada ide pokok dan penjelas
5. Simpulan dapat ditemukan di akhir kalimat, namun bisa juga bergabung dengan kalimat utama. Untuk itu, gabungkan kalimat utama dengan kalimat akhir pada teks untuk membuat sebuah kesimpulan.

Berikut langkah-langkah membuat kesimpulan:
1. Baca teks dengan saksama untuk memahami isinya.
2. Catat ide pokok dalam teks.
3. Tulis kembali berbagai pokok pikiran dengan susunan kalimat sendiri dengan ringkas berisi informasi yang ditulissecara jelas serta runtut.

Berdasarkan isi teks di atas, simpulan yang paling tepat adalah “Budi daya dan hasil tangkapan ikan belum maksimal karena kurangnya teknologi dan rendahnya mutu sumber daya manusia.” Kesimpulan ini didapatkan dari informasi inti yang ada pada teks pertama kalimat ketiga “Produktivitas nelayan rendah jika sebagian besar nelayan merupakan nelayan tradisional yang menggunakan teknologi penangkapan tradisional” dan teks kedua kalimat kedua “Pengetahuan petani dan nelayan akan teknologi budidaya masih rendah.”

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.

Semoga membantu.😊